Contoh panggung di area mall

Contoh Panggung Di Mall, Dan Proses Pengerjaannya

Contoh Panggung di Mall, kali ini kami ambilkan dari foto pemasangan panggung untuk sebuah acara yang berlokasi di Mall Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Beda banget antara masang panggung di sebuah pusat perbelanjaan dengan di ballroom hotel atau function room. Ada beberapa hal yang membedakan dalam treatment pekerjaannya, bukan karena area acaranya yang berbeda, tapi juga karena waktu operasionalnya yang berbeda, sehingga durasi acara pun berbeda. Tapi kenapa sih dengan pemasangan panggung di Mall ? Perlu treatment yang berbeda apa saja buat vendor panggung dan kalian sebagai EO dalam menyikapinya ?

Mall Cilandak Town Square, meskipun sama – sama Mall, cuma yang membedakannya adalah mall ini punya atrium yang cukup luas, bersamaan dengan atrium itu, di bagian sisi kanan dan kiri adalah tempat lobby utama dan orang masuk dari arah parkiran. Pertemuan kedua pintu masuk ini, memang menjadi kelebihan tersendiri bagi atrium Mall Citos ini, yaitu crowd audiences memang terpusat di sini.

Karena areanya terbuka, untuk atrium ini, termasuk juga terlihat dari lantai dua, maka, kalau memasangkan panggung dan dekorasi pendukungnya, kita perlu kerja ekstra rapi dan cepat. Rapi karena, hampir semua area yang akan dipasang panggung, termasuk area belakang panggung, adalah area umum yang akan terlihat orang banyak orang, sedikit saja nggak rapi, maka itu akan mengganggu pemandangan audiences yang hadir, dan tentu saja, pihak pengelola mall akan complaint. Juga karena tampak atas, akan terlihat oleh audiences yang berada di lantai 2, maka jika kalian membuat sebuah ruangan, misalnya untuk changing room, maka kalian perlu memastikan bagian atas ruangan di tutup dengan atap semi permanen dan atapnya bagian atas, juga perlu rapi banget.

Selain perlu sangat rapi dalam hasil akhirnya, vendor panggung juga perlu kerja dengan cepat. Bukan tanpa sebab, durasi waktu loading hingga set-up dan finishing, kadang terbentur dengan jam operasional mall. Mall akan tutup jam 22.00 dan buka kembali jam 09.00 pagi hari, sementara waktu loading, kadang baru diizinkan masuk pada pukul 23.00 atau bahkan pada jam 00.00, jadi kebayang yah, kalau vendor panggung perlu banyak orang untuk proses pengangkutan material dari loading dock menuju area dimana panggung akan dibangun.

Beberapa vendor panggung sudah terbiasa dengan pola kerja seperti ini dan sudah terbiasa juga untuk mengatur strategi guna mensiasati hal ini. Tapi buat kalian, yang fungsinya sebagai event organizer dan vendor panggung ada di bawah arahan kalian, kalian juga perlu untuk memastikan vendor panggung bekerja lebih awal, dengan tambahan SDM jika diperlukan, dan nggak bosan – bosannya untuk mengingatkan mengenai durasi waktu dan mengarahkan pekerjaan mereka agar rapi dan excellent.

Karena panggung di Mall punya karakteristik terbuka, yang artinya semua bagian akan terbuka untuk umum, terlihat jelas oleh mata – mata pengunjung mall, yang perlu dipastikan semua bagian dari element panggung dan pendukungnya, dapat terpasang dengan rapi dan juga aman dalam konteks safety agar tidak membahayakan bagi audiences.

Nah, ada baiknya juga untuk mengatur jadwal dalam sebuah meeting produksi guna membahas production schedule bersama pengelola mall, vendor panggung dan vendor lainnya, agar secara pengerjaan persiapan kebutuhan acara kalian dapat terjadwal dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *